Monday, August 17, 2015
[Monolog] Untuk Seorang Kamu
Label:
menunggu,
monoloq,
sendiri,
untuk seorang kamu
Sunday, June 14, 2015
Friday, June 5, 2015
Monday, June 1, 2015
Jatuh, lagi dan lagi
Kamu orang yang sangat baik.Selalu berusaha berbuat baik dengan orang-orang lain tanpa memikirkan dirimu sendiri. Suatu waktu, jika mereka menyadari kebaikanmu dan jatuh hati, kamu yang akan menjadi lebih sakit daripada mereka. Kamu akan menyalahkan dirimu sendiri karena tidak bisa membalas perasaan mereka, karena kamu memang tidak pernah punya tendensi apa-apa kecuali hanya ingin berbuat baik.
Jakarta, 01 Juni 2015
©tumblr dengan revisi
Pun, kamu akan semakin sakit ketika menolak mereka dan membuat mereka patah hati. Kamu yang akan lebih sakit. Sendirian.Dan bagaimana bila yang jatuh itu aku? Apa kamu akan membiarkanku jatuh? Ataukah kamu akan mencoba untuk menarikku?Atau, bisa jadi kamu sudah mulai membangun benteng yang tinggi, sampai langit-langit, agar aku tak sampai jatuh.Kalau itu benar, terima kasih untuk tidak membiarkanku jatuh.
Tapi, taukah kamu, tanpa kamu sadari aku sudah berkali-kali jatuh di tempat yang sama.
Dan itu adalah kamu.Selamat untukmu.
Jakarta, 01 Juni 2015
©tumblr dengan revisi
Sunday, May 24, 2015
Hati-hati dengan hatimu, Dew.
Hmm... Seperti yang aku duga sebelumnya, hati perempuan ini terlalu mudah luluh dengan kata-kata sederhana. Sesederhana rasa keingintahuannya. Mungkin dia tidak menyangka, keingintahuannya yang sederhana itu bisa melambungkan hati perempuan ini, entah sampai setinggi apa, susah diukur batasnya.
Tapi disisi lain, hati tetap harus dijaga, bukankah sekarang bukan saat yang tepat? Iya, belum tepat saja, mungkin bisa, tunggu dua atau tiga tahun lagi, saat semua angan dan impian kita semakin dekat dalam genggaman.Dan disaat itu kita, perempuan, butuh seorang laki-laki untuk menyertai langkah kita meraih asa ini, begitu pula dengannya.
Hmm... Tunggu ya hati, tunggu... Jangan terlalu gegabah.
Oh iya, terimakasih teknologi, kau sering mempertemukan hati yang ingin dibungahkan kata-kata sederhana.Seperti malam tadi, sederhana, tapi mendebarkan hati.Terima kasih, jangan lupa bahagia, dan jangan lupa selalu jaga semangat.Terlebih untuk hari ini, semangat ya.Jangan lupa hati-hati menjaga hati.
Sunday, May 10, 2015
Dear you,
Semangat UTS, iya SE-MA-NGAT!. Perlu banget nih aku ejain biar tambah semangat? :DTetap jadi sederhana dan santun ya.Tetap jaga jarak.Tetap dijaga sms, bbm, line, wa, comment, reply, atau apalah itu yaa.
Satu tahun lagi udah pakai toga ya? Tunggu. Aku dua tahun lagi. PKL dulu, Skripsi, WISUDAAA. yeay
S-E-M-A-N-G-A-T
siapapun kamu...
Thursday, May 7, 2015
Selalu Ngangenin
Selalu, ini yang aku suka saat telpon rumah, selalu, beliau tidak pernah menutup telpon duluan, saat ibu mau ke pengajian dan mengakhiri obrolan kami ini, beliau membiarkan telepon tetap menyala, yang aku lakukan selalu menunggu sampai 1 jam ini berakhir, entah dengan mendengar percakapan beliau berdua, atau sekedar mendengar suara sayup-sayup suara tv yang bising, atau kadang suara jangkrik.
Dan aku suka, suka suasana rumah, walau hanya bisa merasakan dari kejauhan.
Dan yang ku lakukan kali ini masih sama seperti kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi waktu telpon,
Buk, pak, anakmu ini kangen, kangen berjumpa. Kangen kalian, kangen rumah, sekangen-kangennya kangen, baru beberapa hari yg lalu aku bilang ke mbak Ira kalau aku udah nggak pernah nangis lagi, mungkin hatiku udah jadi batu nih mbak Ir tapi malam ini semua terasa terpatahkan. Kangen banget, pengeen banget memeluk mereka sekarang, detik ini.
Merasa bersalah belum bisa jadi sesuatu yang benar-benar terasa. Masih sering dan selalu menyusahkan, apalagi kalau tanggal 5 tiap bulan menjelang. Ya Allah, pengen banget ketemu bapak ibuk, kangen.
Bapak masih sering batuk-batuk, bapak itu orang hebat yang selalu mendorongku dalam diam, tiap aku menengok kebelakang melihat bapak aku pengen nangis :(
Bapak yang selalu jemput di stasiun wates, selalu bapak yang nunggu kereta. Bukan aku yang menunggu, bapak nggak mau anak bungsunya ini menunggu lama, bapak mau anaknya ini cepet sampai rumah, cepet berjumpa sama ibuk, cepet-cepet biar ibuk bisa langsung mencium kening dan pipi anak bungsunya ini.
Seringnya aku sampai jogja pagi, pasti ibuk masih didapur masak, turun dari motor pasti aku langsung lari ke dapur sambil teriak-teriak "mamiiii...." sampai lupa kalau sekarang udah bukan anak-anak lagi.
Masuk dapur dengan mata berkaca-kaca menghampiri ibuk, memeluknya, dan berkata, "Mak kangen.."
Buk, Pak, anakmu bungsu ini kangen.
~ Sedang belajar menulis, mengungkapkan apa yang tak terkatakan.
Friday, April 17, 2015
Tanya di akhir
((pertanyaannya sudah disembunyikan))kalau mau tau tunggu tahun depan ya :)
Mari berjuang bersama, menjadi yang terbaik untuk masing-masing dari kita, menjaga amanah, jangan lelah (dulu).Berat mungkin, tapi kita tidak berdiri sendiri, banyak tiang-tiang yang kokoh yang akan membantu kita berdiri, melangkah, menuju satu tujuan yang sama, untuk kebaikan.
Permudah, bukan mempersulit.
Sunday, March 8, 2015
Sunday, February 22, 2015
Edisi Jalan-jalan : Taman Bunga Nusantara, Bogor
Bogor, Ahad 21 Desember 2014
Dihampir penghujung Bulan Desember
Dihampir penghujung Tahun 2014
Finally
BOGOR! TAMAN BUNGA NUSANTARA!
Alhamdulillah bisa ke sini, pertama kali denger tempat ini dari ida sama irul, jalan-jalan kelas mereka ke sini. Langsung pengen banget suatu saat bisa ke sini, udah ngebayangin bakal banyak bunga-bunga, bisa foto-foto *girls banget ya.
Dan akhirnya, terimakasih SEMA, bisa kesampaian ke sini! Walau banyak walaunya, yang paling bikin sedih yang ikut cuman dikit, banget malah, 50% minus, sedih? Iya banget, padahal udah berandai-andai bisa semua ikut, bisa jalan bareng, ngobrol bareng, bercanda bareng, makan bareng, dan nggak kalah penting foto bareng. Tapi apa daya, kesibukan PKL, rapat, ksm, pisbut jadi tameng pemisah kita.
Tapi overall sukak banget, tempatnya bagus. Banget!
Oh iya, awalnya panitia jjs *Jalan-jalan Sema* sempet bingung nentuin mau ke KRB (Kebun Raya Bogor) atau TBN (Taman Bunga Nusantara). Dua-duanya di Bogor. Banyak pertimbangan, mulai dari jarak, biaya, fasilitas, pemandangan, dan lain-lain. Bersyukur Alhamdulillah, jadinya ke TBN, kemaren udah pernah ke KRB juga sih, bareng Anggi sama Ummah. Bagus, rimbun, banyak pohon, tapi bunga-bunganya cuman dikit.
Rencananya, kumpul pukul 6 pagi, endingnya setengah 8 baru berangkat, macet. Ada buka tutup jalan, mungkin karena weekend juga, jadi banyak yang mau meninggalkan keriwehan ibukota barang sejenak, meninggalkan penatnya ibukota lebih tepatnya. Perjalanan lumayan bikin capek, medannya berliku-liku. Pukul 11.00an kita baru sampai TBN.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Acaranya singkatnya, sambutan dari Kak Ibenk (ketua SEMA 2014/2015), lanjut kesan pesan dari anggota sema selama setahun ini, dapet apa aja, suka-dukanya apa, dan banyak lagi. Yang paling seru ada beberapa games nih. Berhubung udah masuk waktu shalat, break dulu nih istilahnya, karna aku baru halangan, aku kak monic, kak yoga, kak kiki cari tempat khusus buat foto-foto *ups (Foto tidak dipublikasikan). Habis shalat, makan siang. Ini nih yang ditunggu-tunggu, so habis makan siang lanjut jalan-jalan. Hal yang paling wajib lagi ya foto-foto.
Dari semua foto, ini foto yang paling jadi kesayangan. Humeks 55 *karena kak didit, sama kak tari nggak bisa ikut, jadi edisi kali ini cuman 55, kak fahmi & kak sita juga udah foto berdua kok*
Terimakasih raja, ummah, adit, ifan, faldo. A year in a great work with great people like them. Thankyou so much :*
Kak Sita, Kak Fahmi, Kak Tari, Kak Didit, makasih banyak juga. Tanpa kalian apalah kami ini. Spesial terimakasih teramat sangat untuk BPH SEMA 2014 (kak Ibenk, Kak Ewa, Kak Fina, Kak Ana, Kak Norma, Kak Kiki) terimakasih telah dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti mereka.
Really nice trip!
____________________
Oleh Dewi Setiyani Putri
Label:
bagus,
bogor,
bunga-bunga,
edisi perpisahan,
Jalan-jalan,
Menarik,
sema 2014,
seru,
taman bunga,
Taman bunga nusantara,
taman musik,
TBN
Subscribe to:
Posts (Atom)






