#latepost #28 Februari 2014
Seperti
kemaren, kami *read:aku, panji, mb tutik, andri, tanpa deja* masih dengan
agenda yang sama, SOSIALISASI STIS *ES-TE-I-ES not SETIS* J Setelah kemaren dengan
¾ nyawa gara-gara baru turun dari kereta, aku déjà andri panji touring ke SABA,
SMADA, SMA 3, SMA 1 JETIS, SSC, Neutron, GO buat ngasih surat sosialisasi +
nempel poster.
Rencana
awal, aku ke SMA Srandakan dulu nempel poster, tapi aku mikir lagi, yakalik aku
sendiri ke sana. Ntar malah diculik *eh lupakan. Besok Sabtu atau besok Senin
ajalah ngajak déjà atau nice.
Sesuai
rencana awal, kita ke SMA Sanden dulu, dan cerobohnya aku telat ._. maaf
teman-teman. NO excuse, jadi yasudahlah. Langsung kita masuk, tanya ruang BK,
ketemu bu siapa tadi, duh lupa. Pokoknya partnernya Bu Eny, Guru BK SMA Sanden.
Dan Alhamdulillah kita diterima dengan tangan terbuka buat sosialisasi, tapi
belum bisa nentuin kapan, harus rembugan sama bagian kurikulum. OK fine, sounds
good J
Habis
itu kita langsung cus ke SMA 1 Kretek. Alhamdulillah juga, sambutan dari Guru
BK nya manis banget, dan ternyata waktu kita mau pamit, bapaknya bilang kalo
beliau bapaknya mbak siska, kakak kelas waktu di saba. Waw, dunia emang sempit
ya, kebetulan banget, kan mbak siska temen debatnya mbak tutik, di kalender
saba taun lalu pun, ada fotonya mbak siska, mbak tutik, sama mbak lisa *terus
(?)
Gitulah
pokoknya cerita singkatnya. Kami juga langsung dapat kesempatan untuk sosialisasi
di satu kelas. Awal masuk rada pesimis juga sih, bisa nggak ya ini ntar bikin
suasana sosialisasinya hidup. Untung ada mbak tutik, andri, sama panji yang
expert masalah beginian. Sayang nggak ada proyektor, jadi nggak bisa nayangin
slide sama videonya secara jelas, cuman dari laptop. Tapi tak apalah, anak-anak
SMA Kretek ini cukup antusias sama sosialisasi yang kita berikan. Pokoknya,
kita ngasih gambaran STIS itu apa, dimana, di dalemnya ada apa aja, pokoknya
segala tentang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik sama lingkungan di STIS. Everything
about STIS lah J
dan Jakarta tentunya, ibu kota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri
*ehberlebihanini. Jakarta baik kok dibanyak sisi J.
You won’t never know the real “Jakarta” if you never try to get closer.
Kita
juga nggak lupa ngasih pesan dan saran buat adek-adek di sana.
“Raihlah pendidikan
setinggi mungkin, jangan takut masalah biaya atau apalah rintangan lain yang
bisa mematikan langkah kita. Orangtua kita akan sangat bangga saat kita punya
kemauan yang tinggi untuk terus dan terus mengejar pendidikan yang lebih dan
lebih tinggi. Saat kita sudah punya tekad yang kuat, Insyaallah, Allah SWT akan
mempermudah langkah kita. Jangan lupa minta doa orangtua kita, terutama ibuk,
berdasarkan pengalaman, doa orangtua apalagi ibuk manpu membuat sesuatu yang
tidak mungkin menjadi mungkin. 80% kesuksesan kita merupakan buah hasil doa
orangtua kita yang siang dan malam selalu dan tak pernah berhenti.”
Ini tadi sosialisasi pertamaku, dan Alhamdulillah banyak yang antusias, anak-anaknya aktif bertanya ples bercanda. Pokoknya rasa capek yang kemaren dan ini tadi terbayarkan deh sama perhatian dan antusias mereka. Mereka hebat. Sukses anak-anak SMA N 1 Jetis. Sekali lagi terimakasih adek-adek.
Fighing
dew ^_^