Saturday, January 18, 2014

Surat untuk bundaku tercinta #1

Assalamu'alaikum bunda,


Bunda aku nulis ini tengah malam, sambil nangis pula, maaf ya bunda. Tapi bunda nggak perlu khawatir, si bungsu ini baik-baik saja kok di Jakarta. Bunda, aku kangen, benar-benar kangen. Aku nggak tau kenapa bun, akhir-akhir ini aku sering nangis kalo malam. Ingat wajah bunda, ingat senyuman bunda, dan segala tentangmu bunda...
Bunda sudah sehat kan sekarang? kemarin waktu dapat kabar bunda sakit, tiba-tiba hati ini gelisah, pikiran-pikiran kalut mulai melayang dikepalaku bun. Aku takut, aku takut.... ya itu hal pertama yang terlintas dibenakku bunda. Aku belum bisa jadi kebanggaanmu bun, masih sering dan akan selalu menyusahkanmu bundaaa.. Maafkan si bungsu ini ya bunda..
Bunda, entah kenapa aku ingin memelukmu sekarang, obrolan kita ditelepon tadi terasa sangat singkat bunda, aku rindu perbincangan tiap pagi kita bunda, rindu rutinitas bareng bun, mulai dari ndengerin radio elshinta, masak, tidur siang, nyuci baju, nonton tv, berangkat shalat ke masjid, dan banyak lagi bun yang aku rindu..
Bunda aku pengen cerita, aku belum nemu kenyamanan disini, kadang aku masih berpikir apa aku dulu salah ambil keputusan? tapi saat pikiran bodoh itu muncul, aku langsung ingat kata-katamu bunda.. engkau ingin kami *aku, mbak yanti, mbak saroh* jadi PNS kan bun? :) iya, aku ingat betul kata-kata itu, saat itu aku, bunda, mbak yanti duduk-duduk ditepian ladang sehabis metik cabe, penuh peluh, capek, dan rasa haus. Dan engkau berkata..
"Nduk, nek iso kowe sesok dadio PNS, aja dadi wong tani, uripe sudah, kesel, nang panas-panasan saben dina, PNS kerjane penak, nang kantor, saben bulan mesti entuk gaji..."

Ya, dan mbak saroh sudah bunda, mbak yanti sudah jadi  guru juga bunda, engkau pasti bangga. Dan sekarang giliranku bunda, mungkin aku nggak jadi guru, tapi Insyaallah aku akan kerja di kantor bun, di BPS, dan aku harap, itu di Jogja. Bunda, Ayah nggak usah kerja lagi, tiap bulan aku akan kirim uang bun, mbak pasti akan setuju, bunda nggak perlu ngoyo lagi kerjanya :) Kami akan membiayai semua keperluan bunda, ini bukan balas budi bunda, ini wujud kasih sayang kami untukmu bunda, bahkan jauh lebih dari itu, aku ingin mengajakmu ke Mekah bunda.. Kita sekeluarga naik haji bareng, ayah, bunda, mbak yanti, mbak saroh, dan aku :) Bukankah itu indah bunda?

Barusan ada petir bun, jadi ingat kalau di rumah ada suara petir yang keras banget, bunda selalu meluk aku, nenangin aku, bunda takut tidurku terganggu. Tapi sekarang aku di kamar sendiri bun :(


Hujannya nggak reda-reda ini bun, udah 11.48, tapi aku masih saja belum tidur, aku baca tweet #TerimakasihIBU bun, jadi tambah sangat kangen bunda, tunggu aku pulang akhir februari atau awal maret ya bun :) doakan si bungsu ini supaya kuliahnya sukses, nggak kena remidi, dan IP 3,75 ya bun. Doakan supaya si bungsu ini kelak dapat suami yang sholeh ya bun :) yang menyayangi engkau juga bun...
Selamat malam bunda..






No comments:

Post a Comment